About

Monday, 14 May 2018

Akhlak yang Terpuji



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan Macam-Macam Akhlak yang Terpuji
     Yang dimaksud dengan akhlak yang terpuji adalah sikap atau prilaku dan perbuatan yang mendatangkan manfaat dan kebaikan kepada diri sendiri dan mahluk lainnya. Pada akhlak tercela, manusia memiliki sifat yang menghasilkan perbuatan yang buruk, karna disebabkan dipengaruhi nafsu ammarah dan lawwamah. Pada akhlak terpuji manusia dipengaruhi oleh al nafs al mutmainnah yaitu nafs yang menduduki tingkatan tertinggi, nafs ini tergambarkan dalam Al-Quran surat Al-Fajr ayat 27-30,” Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada tuhanmu dengan rasa puas lagi diridhaiNya.maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba Ku. Dan masuklah kedalam surgaKu.
      Ayat diatas menerangkan bahwa yang dipanggil agar menghadap kembali kepada Allah, dan berkumpul bersama hamba-hambaNya serta masuk kedalam surgaNya adalah al Nafs al Mutmainnah.  
      Untuk mencapai jiwa al Nafs al Mutmainnah itu, seseorang harus melakukan penyuciyan jiwa (tazkiyat al Nafs) . tazkiyat al Nfas adalah konsep dalam ilmu tasawuf yang berarti penyucian jiwa. Salah satu ayat dalam Al-Quran yang membahas penyucian jiwa adalah sebagai berikut:
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesunggunya merugilah orang-orang yang mengotoriya” ( QS. Al Syams: 9-10 )                                                                                Ayat diatas menunjukkan bahwa tazkiyat al Nafs adalah menambah kebaikan dan keberkatan serta menghilangkan kotoran hati. Dengan bahasa ini lain bahwa tazkiyat al Nafs merupakan
upaya meyucikan hati dari kotora-kotoran dan penyakit hati .                                                                                                             Berkaitan dengan akhlak yang terpuji atau mulia al Ghazali menegaskan bahwa akhlak yan mulia terdiri dari empat sendi, yaitu:
a)      kekuatan ilmu yang wujudnya adalah hikmah (kebijaksanaan).
b)      kekuatan marah yang wujudnya adalah syaja’ah(berani).
c)      kekuatan nafsusyahwat yang wujudnya iffah (keperwiraan)
d)     kekuatan keseimbangan diantara tiga kekuatan diatas yang wujudnnya adalah adil, yaitu kekuatan jiwa yang dapat dapat menuntun amarah dan syhwat sesuai yang dikehendaki oleh hikmah.
   Akhlak yang terpuji sesuai dengan yang dipraktekan oleh Rasulullah Muhammad SAW di bagi menjadi tiga bagian, yaitu:
  1. Akhlak Kepada Allah
Akhlak kepada Allah adalah sifat, prilaku dan perbuatan yang baik dan terpuji dalam hubungan seseorang dengan Allah. Yang mencakup segala bentuk kepercayaan,keyakinan dan keimaan yang benar kepada Allah yang disebut dengan tauhid. Tauhid adalah keyakinan seorang muslim yang dimanefestasikan dalam hal-hal sebagai berikut:
1)      Tauhid Uluhiyah, yaitu suatu keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya zat yang patut disembah serta satu-satunya sumber nilai, ajaran, dan kehidupan
2)      Tauhid Rububiyah, yaitu suatu keyakinan dalam agama islam bahwa Allah adalah yang meciptakan, memelihara, merawat alam semesta.
3)      Tauhid Mulkiyah,dalah keyakinan akan kekusaan kerajaan Allah SWT.
4)      Tauhid Rahmaniyah, adalah keyakinan yang bertolak dari pandangan bahwa Allah SWT adalah tuhan semesta alam yang mengasihi makhluk-Nya.
            Sedangkan akhlak kepada Allah yang berbentuk ucapan dan perbuatan adalah segenap ibadah mahdah dan gairu mahdah yang ditujukan untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT, yang terdiri dari solat , puasa , zakat, haji, zikir, membaca dan mempelajari Al-Qur’an,membela agama Allah ( jihat ), beriinfak kejalan Allah dan lain-lain.
  1. Akhlak kepada sesame manusia, adalah semua sifat, prilaku seseorang yang baik dalam hubungannya dengan manusia lainnya.diantara akhlak yang baik kepada sesame manusia adalah sebagai berikut:
1)      berbuat baik kepada orang tua
2)      menghormati guru
3)      menghormati tetangga dan tamu
4)      menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
5)      setiap orang mempunyai kewajiban yang harus ditunaikan sebagai anggota keluarga dan lain-lain.
6)      menjenguk saudara muslim yang sakit dan melayat saudara muslim yang sedang mengalami musibah atau kematian
7)      berlaku adil kepada semua manusia
  1. Akhlak kepada hewan dan Lingkungan sekitar
Islam mengajarkan agar umat-Nya menjaga alam sekitar dan memperlakukan hewan dengan tidak kasar.Islam mengajarkan kepada umat-Nya agar ia bersikap tidak kasar kepada hewan,karena hewan juga memiliki perasaan(rasa sedih,rasa takut,rasa cemas dan lain-lain)sedangkan akhlak kepada lingkungan adalah sikap dan prilaku yang memberikan keserasian,keberlangsungan ekosistem di alam sekitar,sehingga tercipta lingkungan yang bersahabat.
2.2 Pentingnya akhlak terpuji dalam kehidupan 
      Akhlak yang terpuji adalah sikap dan prilaku yang memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain. Oleh karenaya, akhlak yang terpuji sangat penting dimiliki ooleh setiap orang dalam menapaki kehidupan di dunia ini, sebagai berikut:
1)      Dengan akhlak yang terpuji seseorang dapat diterima dalam pergaulan daengan manusia lain. Seorang dihormati dan dihargai seorang karena memiliki akhlak, prilaku yang terpuji. Sebaliknya seorang tidak akan dihargai atau dihormati orang lain jika ia memiliki akhlak yang tercela,apapun jabatan, kedudukan, status ataupun keturunananya.
2)      Sebagai ukuran bagi seseorang dalam memberikan kepercayaan, tugas dan amanat. Seorang akan diberikan kepercayaan dan amanat ketika ia dapat menunjukkan kinerja, dan etos kerja yang didasarkan pada nilai-nilai dari akhlak yang terpuji.
3)      Memberikan kesempatan kepada seorang untuk mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan dalam menjalani kehidupannya.
2.3 Manfaat Akhlak Yang Terpuji
    Sedangkan manfaat seseorang memiliki akhlak yang mulia adalah sebagai berikut:
1)      Dicintai oleh Allah SWT
     Dengan membiasakan diri dengan amalan-amalan yang baik ( baik yang wajib dan sunnah dan selalu beristiqamah dalam ketaatan kepada Allah, maka ia akan menjadi hamba Allah yang dicintai dan diridhai oleh Allah.
2)       Dicintai dan disayangi manusia lain
Seseorang yang memiliki akhlak yang baik atau mulia maka ia selalu mejalin hubungan yang baik dengan sesamanya, baik teman sejawat, tetangga, kedua orangtuanya, gurunya, pemimpinnya dan lain-lain
3)      Membawa kepada kebaikan dan keselamatan di dunia
      Seorang yang memiliki akhlak yang baik atau terpuji akan mendapatkan banyak teman dan sahabat. Orang-orang di sekitarnya merasa simpati dan menghormatinya.
4)      Mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan di akhirat
      Seorang yang memiliki akhlak yang baik dengan menjalankan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah maka ia akan mendapatkan balasan yang lebih baik dari amal-amalnya, yaitu berupa keselamatan, keberuntungan dan kebahagiaan di akhirat kelak.
2.4 Upaya memiliki Akhlak yang Terpuji
Akhlak yang terpuji merupakan suatu sikap, prilaku dan perbuatan yang akan memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain. Sebagai suatu sikap dan prilaku, maka seseorang tidak akan dapat memilikinya dengan serta merta, tapi melalui proses panjang dan berkelanjutan. Diantara upaya untuk memiliki akhlak yang mulia dapat dilakukan melalui pendidikan islam yang berorientasi kepada bagaimana memberikan peserta dididk pengetahuan, pemahaman dan pengamalan ajaran islam. Pembelajaran akhlak dapat dilaksanakan dengan memformat pembelajaran akhlak untuk menumbuhkembngkan fitrah tersebut.
      Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pembelajaran pendidikan akhlak dengan berdasarkan pada aspek perasaan, kesadaran dan prilaku akhlak peserta didik.
       Dalam konteks ini akhlak selain dapat didekati dari aspek kognitif ( pemahaman dan penalaran akhlak), dapat juga dikaji dari aspek afektif (parasaan dan kesadaran akhlak) dan psikomotorik (pengamalan akhlak).
        Pembelajaran akhlak didekati dari aspek kognitifsebagai unsur pemahaman dan penalaran akhlak, yaitu jenis kemampuan kognitif yang dimiliki seseorang untuk mempertimbangkan, menilai dan memutuskan suatu perbuatan berdasarkan prinsip-prinsip akhlak seperti baik atau buruk, etis atau tidak etis, benar atau salah.
        Pembelajaran akhlak untuk mengembangkan aspek afektif sebagai unsur perasaan akhlak,terwujud dalam suatu kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain untuk menempatkan dirinya kedalam posisi orang lain, merupakan sumber kesadaran akan hak-hak orang lain dan kewajiban diri sendiri dalam hubungannya dengan alam sekitarnya.
       Pembelajaran akhlak untuk mengembangkan aspek prilaku sebagai tindakan akhlak, merupakan kemampuan untuk melakukan interaksi sosial dalam mengambil peran sosial serta menyelesaiakan pertentangan peran yang berkaitan dengan nilai-nilai akhlak seperti keadilan,persamaan, keseimbangan dan lain-lain.
       Dalam pembelajaran akhlak dikenal dengan beberapa strategi yang menurut Muhaimin terdiri dari empat strategi 1) pembelajaran akhlak dengan menggunakan strategi tradisional 2) pembelajaran akhlak dengan menggunakan strategi bebas, sebagai kebalikan dari strategi tradisional 3) pembelajaran akhlak dengan menggunakan strategi refleksi 4) pembelajaran akhlak dengan menggunakan strategi transinternal.
      Beberapa strategi diatas dapat dijabarkan dalam berbagai pendekatan, yaitu sebagai berikut: 1) pendekatan pengalaman 2) pendekatan pembiasaan 3) pendekatan emosional 4) pendekatan rasional 5) pendekatan fungsional 6) pendekatan keteladanan.









BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Akhlak berasal dari bahasa Arab bentuk jamak dari Khuluqun yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Akhlak merupakan kebiasaan, kehendak yang berarti bahwa kehendak seseorang bila dibiasakan secara terus-menerus, maka kebiasaan itu disebut akhlak . jika kebiasaan itu selalu mengarah kepada kebaikan disebut akhlak yang terpuji dan kebiasaan tidak baik disebut akhlak yang tercela.
Baik dalam bahasa Arab disebut Khair, yaitu sesuatu yang memberikan kesenangan-kesenangan, kepuasan, kenikmatan sesuai dengan yang diharapkan dengan cara-cara yang halal. Akhlak yang terpuji yaitu tingkah laku yang terpuji, merupakan tanda kesempurnaan iman kepada Allah.
 



                                                                     







DAFTAR PUSTAKA


Abdullah,M. Yatimin,Studi Ahklak Tasawuf dalam Perspektif  Al-Qur’an,Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2006.
Solichin, Moh.Muchlis, Ilmu Akhlak dan Tasawuf  Pamekasan Madura: Keben Perdana Malang, 2009.
Solichin, Moh.Muclis, Akhlak dan Tasawuf, Surabaya: Pena Salsabila, 2014.

Manusia Cinta Kasih Dan Keindahan



BAB I
PENDAULUAN
A.Latar Belakang
Hakikat cinta kasih yaitu cinta boleh jadi merupakan suatu istilah yang sulit untuk dibatasi secara jelas. Kendatipun demikian sulit juga untuk diungkapkan dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Cinta memang sangat erat dengna kehidupan manusia. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta.
Cinta itu adalah kebahagiaan tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Apa yang diperkirakan apa yang didambakan dan bahkan jauh dari bayang bayang keindahan. Betolak belakang dari kenyataan dan indahnya cinta yang sudah terlanjur tercipta dalam baying-bayang dan angan-angan dua sejoli maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa. Salah satu atau kedua duanya yang terlibat didalamnya bahkan pancaran baik buruknya kebahagiaan dan kegagalan serta kesedihan yang berlanjut dengan penderitaan sering sanggup menyentuh dan dirasakan orang disekitarnya.
B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian manusia ?
2.      Apa pengertian cinta kasih?
3.      Apa yang disebut keindahan?
4.      Bagaimana ungkapan cinta kasih?

A.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud manusia
2.      Agar lebih mengetahui apa yang di sebut dengan cinta kasih
3.      Untuk menambah wawasan pengetahuan tentang keindahan
4.      Agar kita mengetahui bagaimana ungkapan cinta kasih yang sbenarnya



BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Manusia
Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah seperti : Turab, Thien, Shal-shal.[1]
Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Itulah sebab dari adanya penundukkan semua yang ada di alam ini untuk manusia sebagai rahmat dan karunia dari Allah SWT.[2]
B. Cinta Kasih
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadaminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada) ataupun (rasa) sangat kasih dan sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir sama. Walaupun mengandung arti yang hampir sama tapi terdapat perbedaan. Cinta cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.[3]
Pengertian cinta oleh Dr. Sarwito mengemukaan bahwa cinta cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku untuk menunjukkan bahwa anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Sedangkan kemesraan ialah adanya rasa ingin membelai atau dibelai rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang dan seterusnya. Unsur-unsur tersebut sama kuatnya jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.[4]
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik positif berguna saling menguntungkan menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan berbagai bentuknya dapat diuraikan sebagai berikut:
1.Cinta diri
Secara alamiah manusia mencintai dirinya sendiri. Manusia membenci segala sesuatu yang mendatangkan penderitaan rasa sakit dan bahaya lainnya.
Cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik. Karena jika cinta diri terlalu besar akan menimbulkan sifat egois.Inilah yang dimaksud dengan cinta ideal.
2. Cinta kepada sesama manusia
Cinta kepada sesama manusia merupakan watak manusia itu sendiri.Perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan dalam arti karena seseorang itu membela, menyetujui mendukung atau berguna bagi dirinya melainkan datang dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia. Motivasi seseorang mencintai sesama manusia disebabkan karena manusia itu sendiri tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk sosial) dan merupakan suatu kewajiban.[5]
3. Cinta kepada Allah
Merupakan puncak cinta manusia yang paling jernih dan spiritual. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk cinta yang lainnya.
4. Cinta kepada Rasul
Ini karena Rasul merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral maupun berbagai sifat luhur lainya. Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang[6]
C.Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah artinya bagus, permai, cantik, olek, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni meskipun tidak semua hasil seni indah. Pemandangan alam, rumah dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu dapat di katakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.[7]
Keindahan adalah identik dengan kebenaran-keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan keduannya mepunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.
Keindahan juga bersifat universal artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera model ke daerah atau lokal.[8]
D. Ungkapan Cinta Kasih
Cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tingkah laku seperti dengan kata-kata, tulisan, gerak atau media lainnya.
Ungkapan dengan kata-kata atau pernyataan, misalnya ungkapan. Aku cinta padamu. Ungkapan dengan tulisan misalnya surat cinta, surat Ibu kepada putrinya. Ungkapan dengan gerakan misalnya salaman, pelukan dan rangkulan. Ungkapan dengan media misalnya setangkai bunga, benda suvernir dan benda kado. Ungkapan-ungkapan ini selain dalam bentuk nyata juga dalam bentuk karya budaya misalnya seni suara, seni sastra, seni drama, film dan seni lukis.[9]
Orang yang mempunyai pesona cinta kasih hidupnya penuh gairah, semangat, banyak inisiatif dan penuh kreatif, bagi seniman perilaku cinta kasih dituangkan dalam bentuk karya budaya sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat/khalayak. Dengan demikian masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusia yang terungkap melalui karya budaya itu. Adapun contoh cinta kasih yaitu:
Cinta kasih antara orang tua dengan anaknya. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai cinta kasih terhadap anak, mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari.[10]













BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Cinta memang sesuatu yang indah dan mulia, hanya ukuran dan nilai cinta berbeda beda, khususnya antara dua pasang kekasih, terutama bila terjadi diantara dua remaja, kaum muda, maka seolah-seolah dunia ini hanya mereka berdualah yang ada dan yang memilikinya.
Indah, mulia tetapi juga sering berakhir tragis seperti dikisahkan dalam cerita legendaris dari dramawan dan sastrawan Inggris William Shakespeare melalui Romeo and Juliet cerita cinta kuno dari Tiongkok, Siti Nurbaya oleh Marah Roesli dari Indonesia. Masih banyak lagi tentunya cerita sejenisnya. Cinta yang menurut alur pikiran penulisnya, pencetus kisah romantis dan melankolis ini dibumbui dengan liku liku percintaan yang mempunyai ikatan kuat dan murni, sebuah cinta sejati.
Cinta itu mulia, cinta bisa sangat indah, cinta itu adalah kebahagiaan tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, apa yang diperkirakan, apa yang didambakan dan diharapkan bahkan jauh dari bayang bayang keindahan, betolak belakang dari kenyataan dan indahnya cinta yang sudah terlanjur tercipta dalam bayang-bangan dua sejoli, maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa. Salah satu atau kedua duanya yang terlibat didalamnya, bahkan pancaran baik buruknya, kebahagiaan dan kegagalan serta kesedihan yang berlanjut dengan penderitaan sering sanggup menyentuh dan dirasakan orang disekitarnya.
B.Saran
Ketauhidan harus selalu ditanamkan dalam diri kita sejak dini. Agar supaya kita tidak melenceng dari ajaran yang telah di ajarkan oleh Rasullah SAW.  Sehingga bila ketahuidan telah tertanam dalam diri kita timbul rasa takut dalam melakukan perbuatan salah dan dosa



DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Taufik, Pemuda dan perubahan sosial, LP3ES. Jakrta:1997
Budi dharma, Segi moral dan kreatifitas antar bidang. Deplik Dekput:1982
Harsya w. Bachtiar, Masyarakat dan kebudayaan. Djambatan. Jakarta:1982
Mawardi, Ilmu Alamiah Dasar/Ilmu Ssosial Dasar/Ilmu Budaya Dasar. Pustaka setia:2006
Nurhidayati,  Ilmu Alamiah Dasar/Ilmu Ssosial Dasar/Ilmu Budaya Dasar. Pustaka setia:2000


[1] Imam Al-gazali, Tafakur dibalik Penciptaan Makhluk. Hlm :49
[2] Ibid_51
[3] Mawardi, Ilmu alamiah dasar/ilmu sosial dasar/ ilmu budaya dasar. Hlm : 167
[4] Dr.Sarwito, Penawar Kegundahan hati. Hlm 123
[5] Mawardi, Ilmu alamiah dasar/ilmu sosial dasar/ ilmu budaya dasar. Hlm : 167
[6] W. J.S Poerwadaminta, kamus umum bahasa Indonesia. Hlm : 116
[7] Ibid_
[8]  Arifin, Mengenal tuhan. Hlm 177
[9] Mawardi, Ilmu alamiah dasar/ilmu sosial dasar/ ilmu budaya dasar. Hlm : 168
[10] Ibid_

Metode Dakwah

Daftar Isi KATA PENGANTAR 1 BAB I 3 PENDAHULUAN 3 A. Latar Belakang Masalah 3 B. Pembatasan Masalah 3 C. Rumusan Masalah 4 D. Tujuan Penulis...